ArticlesMarketingIklan onlineCara Menghitung CTR: Rumus, Contoh, dan Cara Membacanya
Layar laptop berisi grafik analitik untuk cara menghitung CTR

Cara Menghitung CTR: Rumus, Contoh, dan Cara Membacanya

Angka CTR muncul di hampir semua laporan iklan dan di Google Search Console, tetapi sering dibaca tanpa tahu dari mana angka itu datang. Akibatnya, CTR 2% langsung dicap jelek, padahal iklannya baru tayang sehari. Atau CTR 10% dirayakan, padahal itu hasil dari satu klik di antara sepuluh tayangan. Tulisan ini membahas cara menghitung CTR dari nol, dua contoh hitungan (iklan dan hasil pencarian Google), lalu cara membaca angkanya supaya tidak salah ambil keputusan.

Cara menghitung CTR: klik dibagi tayangan

CTR adalah singkatan dari click-through rate, yaitu persentase tayangan yang berujung klik. Rumusnya satu baris:

CTR = (jumlah klik ÷ jumlah tayangan) × 100%

Rumus ini sama di dua tempat yang paling sering Anda buka. Halaman bantuan Google Ads menulisnya sebagai “clicks ÷ impressions = CTR” dengan contoh 5 klik dari 100 tayangan, yaitu 5%. Halaman bantuan Search Console juga mendefinisikan CTR sebagai klik dibagi tayangan. Kedua halaman itu kami cek pada 2 November 2026.

Yang bisa berbeda adalah apa yang dihitung sebagai “tayangan” dan “klik” di tiap alat. Di sinilah salah baca sering bermula.

Contoh 1: menghitung CTR iklan

Misalkan satu iklan tayang 12.500 kali dalam seminggu dan menghasilkan 250 klik. Hitungannya:

  • 250 ÷ 12.500 = 0,02
  • 0,02 × 100% = 2%

Angka 12.500, 250, dan 2% di atas hanya contoh hitungan, bukan patokan. Menurut halaman bantuan Google Ads, setiap iklan, listing, dan kata kunci punya CTR sendiri, jadi satu akun bisa punya puluhan CTR berbeda.

Satu hal yang perlu dicek di Meta Ads Manager: kolom CTR di sana bisa lebih dari satu versi, misalnya yang menghitung semua jenis klik dan yang hanya menghitung klik ke tautan. Definisi persisnya bisa Anda lihat dengan mengarahkan kursor ke nama kolom. Kami belum bisa memverifikasi teks definisi Meta dari halaman resminya untuk tulisan ini, jadi cek langsung di akun Anda sebelum membandingkan dua laporan.

Contoh 2: menghitung CTR halaman di Google Search

Di Search Console, CTR menjawab pertanyaan lain: dari semua kali halaman Anda muncul di hasil pencarian, berapa persen yang diklik. Misalkan sebuah halaman muncul 1.800 kali dalam 28 hari dan menerima 27 klik:

  • 27 ÷ 1.800 = 0,015
  • 0,015 × 100% = 1,5%

Anda tidak perlu menghitungnya sendiri. Buka laporan Performa (Performance) di Search Console, pilih hasil penelusuran, lalu aktifkan kotak CTR rata-rata. Angka per halaman dan per kueri muncul di tabel di bawah grafik. Langkah lengkap membuka dan membaca laporan itu ada di panduan Google Search Console untuk pemilik usaha.

Perhatikan definisinya. Search Console menyebut tayangan sebagai kondisi ketika pengguna telah melihat, atau berpotensi melihat, tautan ke situs Anda. Untuk hasil pencarian biasa, tayangan dihitung meskipun tautannya belum tergulir ke layar. Artinya angka tayangan bisa mencakup tautan yang belum sempat dilihat pengunjung, dan hal itu ikut memengaruhi CTR.

Kenapa satu angka patokan tidak ada

Pertanyaan yang paling sering muncul: CTR berapa yang bagus? Jawabannya bergantung pada konteks. Halaman bantuan Google Ads sendiri menulis bahwa CTR yang baik itu relatif terhadap apa yang Anda iklankan dan di jaringan mana iklannya tampil. Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua bisnis.

Untuk hasil pencarian organik, ada satu faktor besar lagi: posisi. Search Console menampilkan posisi sebagai rata-rata dari semua kueri, dan untuk tiap kueri yang dihitung adalah posisi teratas tautan Anda pada kueri itu. Halaman bantuannya juga mengingatkan bahwa nilai posisi bisa menyesatkan kalau detail cara hitungnya tidak dipahami. Jadi halaman di posisi rata-rata 3 dan halaman di posisi rata-rata 30 tidak adil dibandingkan lewat CTR saja. Hasil di posisi atas umumnya lebih mudah dilihat, sedangkan hasil di posisi bawah lebih sering terlewat, sehingga CTR keduanya wajar berbeda jauh.

Tiga pemeriksaan sebelum menilai CTR

Sebelum menyimpulkan CTR “bagus” atau “jelek”, jalankan tiga pemeriksaan ini secara berurutan.

  1. Cukup banyak tayangan? Satu klik dari sepuluh tayangan menghasilkan CTR 10%, tetapi angka itu tidak berarti apa-apa. Tunggu sampai tayangannya ratusan atau ribuan sebelum membandingkan.
  2. Di posisi berapa? Bandingkan CTR halaman yang berposisi mirip. Halaman posisi 4 sampai 6 dengan CTR rendah adalah kandidat paling masuk akal untuk diperbaiki judulnya.
  3. Dibandingkan dengan apa? Bandingkan dengan periode Anda sendiri yang panjangnya sama, bukan dengan angka dari artikel orang lain. Kalau Anda mengubah judul, catat tanggalnya lalu lihat 2 sampai 4 minggu sesudahnya.

Untuk iklan berbayar, tambahkan satu pemeriksaan lagi: CTR hanya mengukur klik, bukan hasil. Iklan dengan CTR tinggi tetapi pengunjungnya tidak membeli tetap merugi. Karena itu CTR sebaiknya dibaca bersama biaya per klik dan hasil penjualan. Cara menghitung hasil penjualan terhadap biaya iklan ada di panduan menghitung ROAS.

Cara menaikkan CTR

Setelah angkanya terbaca benar, barulah masuk akal memperbaikinya. Untuk hasil pencarian organik, bagian yang bisa Anda ubah langsung adalah judul halaman dan deskripsi yang tampil di Google. Contoh sebelum dan sesudahnya ada di panduan menulis meta description dan judul halaman. Ingat bahwa Google boleh menulis ulang tampilan itu, jadi hasilnya perlu dipantau, bukan dianggap pasti.

Untuk iklan, yang menentukan adalah kecocokan antara pesan iklan, gambar atau video, dan siapa yang melihatnya. Satu perubahan pada satu waktu lebih mudah dievaluasi daripada lima perubahan sekaligus. Kalau Anda masih di tahap awal, mulailah dari cara beriklan di Instagram atau cara beriklan di TikTok. Di Google Ads, CTR juga ikut membentuk perkiraan CTR kata kunci, salah satu komponen Ad Rank menurut halaman bantuan yang sama, jadi CTR yang lemah bisa ikut memengaruhi posisi iklan.

Kesalahan umum saat membaca CTR

  • Membandingkan CTR iklan dengan CTR organik. Keduanya dihitung dari tayangan yang sifatnya berbeda.
  • Merata-ratakan CTR beberapa baris dengan tangan. CTR gabungan yang benar adalah total klik dibagi total tayangan, bukan rata-rata dari persentase tiap baris.
  • Menilai kampanye dari satu hari data.
  • Mengejar CTR setinggi mungkin sampai pesan iklan menjanjikan hal yang tidak ada di halaman tujuan.

Kalau perlu bantuan membaca dan memperbaiki angka iklan

Kalau laporan iklan Anda sudah berjalan tetapi sulit dibaca, tim Senius menyediakan layanan jasa iklan online untuk Google Ads dan Meta Ads. Ceritakan target dan anggaran Anda lewat WhatsApp Senius, lalu kami bantu periksa apa yang perlu diperbaiki lebih dulu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu CTR?

CTR atau click-through rate adalah persentase tayangan yang menghasilkan klik. Rumusnya klik dibagi tayangan, dikali 100%.

Berapa CTR yang bagus?

Tidak ada satu angka untuk semua. Google Ads menyebut CTR yang baik itu relatif terhadap yang diiklankan dan jaringannya, sedangkan CTR organik sangat dipengaruhi posisi halaman. Bandingkan dengan data Anda sendiri pada periode yang sama.

Apakah CTR tinggi selalu berarti bagus?

Tidak. CTR hanya menunjukkan orang mengklik. Apakah mereka membeli atau menghubungi Anda terlihat di angka konversi dan penjualan.

Apa bedanya CTR dengan conversion rate?

CTR membandingkan klik dengan tayangan. Conversion rate membandingkan jumlah konversi, misalnya pembelian atau pesan masuk, dengan jumlah klik atau pengunjung. Yang pertama mengukur ketertarikan awal, yang kedua mengukur apa yang terjadi sesudah klik.

Ditulis oleh tim Senius. Rumus dicek ke halaman bantuan Google Ads dan Search Console pada 2 November 2026.