ArticlesBrandingJasa Desain Kemasan: Cara Memilih, Isi Penawaran, dan Aturan Label
Jasa desain kemasan: kotak kardus kraft dengan pegangan untuk produk UMKM

Jasa Desain Kemasan: Cara Memilih, Isi Penawaran, dan Aturan Label

Desain kemasan sering dipesan seperti desain poster: kirim logo, minta “yang menarik”, lalu tunggu hasilnya. Masalahnya baru muncul di percetakan. Ukuran tidak cocok dengan kardus, teks komposisi terlalu kecil, atau logo halal tidak tercantum. Artikel ini membahas apa saja yang sebaiknya masuk dalam jasa desain kemasan, cara membaca penawaran, dan aturan label yang perlu diketahui sebelum desain dikunci.

Apa yang sebenarnya dikerjakan jasa desain kemasan

Pekerjaannya terdiri atas tiga lapisan yang berbeda, dan penawaran yang baik memisahkannya.

  • Struktur. Bentuk dan ukuran kemasan: kotak lipat, pouch, botol, cup, atau dus pengiriman. Banyak UMKM sudah punya bentuknya dari pemasok, sehingga desainer cukup menerima ukurannya.
  • Grafis. Tata letak logo, warna, ilustrasi atau foto, nama varian, dan teks wajib di permukaan kemasan.
  • File produksi. Berkas yang dipakai percetakan, lengkap dengan garis potong dan lipat. Lapisan ini sering terlewat dalam penawaran yang murah.

Jika Anda belum punya logo dan aturan warna, selesaikan dulu bagian itu. Kemasan akan jauh lebih mudah dirancang kalau brand guideline sudah ada, dan soal biaya logo dibahas terpisah di cara membaca penawaran jasa desain logo.

Dieline, bleed, dan warna: istilah yang perlu Anda tanyakan

Tiga istilah ini menentukan apakah desain di layar bisa tercetak sesuai harapan.

Dieline adalah gambar kemasan dalam keadaan terbuka, lengkap dengan garis potong, lipat, dan area rekat. Desain ditempatkan di atas dieline ini. Kalau percetakan atau pemasok kardus Anda punya dieline sendiri, minta berkasnya dan serahkan ke desainer. Dieline buatan sendiri yang ukurannya meleset beberapa milimeter bisa membuat teks terpotong di lipatan.

Bleed adalah area latar yang sengaja diperluas melewati garis potong supaya tidak ada tepi putih ketika kertas dipotong. Banyak percetakan meminta sekitar 3 mm, tetapi angka pastinya berbeda antarpercetakan, jadi tanyakan sebelum desain final. Teks penting dijaga cukup jauh dari tepi untuk alasan yang sama.

Mode warna. Layar memakai RGB, sedangkan cetak offset umumnya memakai CMYK. Warna terang seperti hijau neon atau biru elektrik di layar sering tampak lebih kusam setelah dicetak. Minta proof atau cetak contoh satu lembar sebelum mencetak ribuan buah.

Aturan label yang memengaruhi desain

Untuk makanan dan minuman olahan, label bukan sekadar hiasan. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan menjadi acuan dasarnya. Pasal 5 ayat 1 mencantumkan keterangan minimal yang harus ada: nama produk, daftar bahan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, keterangan halal bagi produk yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar, serta asal usul bahan pangan tertentu.

Beberapa ketentuan lain langsung menyentuh pekerjaan desainer. Pasal 7 mewajibkan keterangan ditulis dalam bahasa Indonesia, dan bahasa asing atau daerah boleh ditambahkan selama bahasa Indonesia sudah ada. Pasal 9 meminta tulisan teratur, jelas, dan mudah dibaca, dengan ukuran huruf paling kecil setara huruf kecil “o” pada Arial setinggi 1 mm, kira-kira Arial 6 point. Beberapa pasal dalam peraturan ini, termasuk Pasal 9, sudah diubah lewat Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021, jadi cek versi terbaru di situs BPOM sebelum menyerahkan desain ke percetakan.

Soal halal, label yang berlaku saat ini mengikuti Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal, yang berlaku efektif sejak 1 Maret 2022. Label ini terdiri dari logogram (gunungan dengan motif surjan) dan logotype bertuliskan “Halal Indonesia”, dan keduanya tidak boleh dipisah. Warna utamanya ungu #670075 dan warna sekundernya hijau toska #3DC3A3. Artinya desainer tidak bebas mengubah warna atau memotong logo agar cocok dengan palet kemasan. Sediakan ruang tetap untuk label ini sejak awal tata letak.

Produk non-pangan, misalnya kosmetik atau suplemen, punya aturan label yang berbeda. Tanyakan ke instansi yang menerbitkan izin edar produk Anda sebelum desain final. Informasi di artikel ini diperiksa pada 31 Oktober 2026 dan tidak menggantikan nasihat hukum.

Isi penawaran yang layak dibandingkan

Dua penawaran dengan harga berbeda belum tentu mengerjakan hal yang sama. Minta kedua vendor menjawab daftar berikut secara tertulis:

  • Berapa konsep awal yang disajikan, dan berapa kali revisi setelah konsep dipilih?
  • Apakah harga per kemasan, per varian, atau per paket? Berapa tambahan untuk tiap varian rasa atau ukuran?
  • Apakah desainer menyiapkan dieline sendiri atau memakai dieline dari percetakan Anda?
  • Format file akhir yang diserahkan: berkas terbuka yang masih bisa diedit, PDF siap cetak, dan gambar untuk marketplace?
  • Apakah mockup 3D untuk foto produk termasuk, atau dihitung terpisah?
  • Siapa yang memeriksa kelengkapan teks label, Anda atau vendor?
  • Hak pakai desain: apakah berkas terbuka diserahkan, dan apakah ada batasan penggunaan?

Jawaban atas butir keempat dan ketujuh sering menjadi pembeda. Vendor yang hanya menyerahkan JPG tidak bisa dipakai bila suatu hari Anda berganti percetakan atau menambah varian.

Brief yang bisa disalin

Semakin lengkap brief, semakin sedikit putaran revisi. Salin kerangka ini dan isi:

Produk: (nama, varian, jenis makanan atau barang)
Jenis kemasan dan ukuran: (jadi dieline dari pemasok, atau belum ada)
Pembeli yang dituju: (usia, tempat membeli, dijual online atau di toko)
Tiga kata yang menggambarkan kesan produk: (misalnya hangat, jujur, ringkas)
Aset yang sudah ada: (logo, warna, huruf, foto produk)
Teks wajib: (komposisi, berat bersih, alamat produsen, nomor izin edar, logo halal bila ada)
Pembanding: (dua kemasan yang Anda sukai dan satu yang tidak, beserta alasannya)
Jumlah cetak dan tenggat: (percetakan dan tanggal produksi)

Tanda penawaran bermasalah

Waspadai penawaran yang tidak menyebut ukuran kemasan sama sekali, tidak membahas teks label, atau menjanjikan “revisi tanpa batas” tanpa aturan. Revisi tanpa batas terdengar menguntungkan, tetapi tanpa aturan main proyek mudah molor. Pilih jumlah revisi yang jelas, dengan tahap yang jelas: konsep, penyempurnaan, lalu penyesuaian file cetak.

Perhatikan juga portofolio. Pilih contoh yang benar-benar kemasan fisik dengan keterangan label lengkap, bukan hanya mockup yang rapi di latar putih. Sebagai gambaran, kami di Senius mengerjakan produksi konten dan materi kreatif untuk bisnis, dan kebutuhan kemasan biasanya bersinggungan dengan jasa desain grafis, foto produk, dan katalog produk.

Urutan kerja yang masuk akal

Mulai dari brief dan dieline, lalu minta dua atau tiga arah desain dalam bentuk sketsa tata letak sebelum masuk ke detail. Setelah satu arah dipilih, desainer menyempurnakan visual dan memasukkan seluruh teks wajib. Terakhir, cetak satu contoh. Cek keterbacaan teks kecil, posisi lipatan, dan warna sebelum produksi massal. Kemasan yang sudah dicetak ribuan lembar sulit diperbaiki, sedangkan satu lembar contoh murah.

Butuh bantuan menyiapkan kemasan?

Tim Senius dapat membantu menyusun brief, merancang tampilan, dan menyiapkan file yang siap dibawa ke percetakan. Ceritakan produk dan jumlah varian Anda, lalu kami jelaskan ruang lingkup dan estimasi biayanya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya desain kemasan dengan desain label?

Desain label adalah stiker atau selubung yang ditempel pada wadah yang sudah ada, seperti botol atau toples. Desain kemasan mencakup seluruh permukaan dan bentuk pembungkusnya, misalnya kotak lipat atau pouch, sehingga memerlukan dieline.

Apakah desain kemasan sudah termasuk cetak?

Pada umumnya tidak. Jasa desain menyerahkan file, sedangkan pencetakan dikerjakan percetakan dengan harga sendiri. Tanyakan di penawaran apakah vendor ikut mengoordinasikan cetak, dan apakah itu dihitung sebagai biaya terpisah.

Berapa lama pengerjaannya?

Tergantung jumlah varian, kelengkapan brief, dan kecepatan Anda memberi tanggapan. Minta vendor menuliskan jadwal per tahap, dan sisihkan waktu tambahan untuk cetak contoh sebelum produksi massal.

Perlukah logo halal dipasang di kemasan?

Keterangan halal dicantumkan bagi produk yang dipersyaratkan. Menurut pemberitaan Hukumonline tentang Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022, label Halal Indonesia wajib dicantumkan pada kemasan produk, atau pada bagian dan lokasi tertentu pada produk, di tempat yang mudah dilihat dan dibaca serta tidak mudah lepas atau rusak. Pastikan status sertifikasi produk Anda dengan BPJPH sebelum mencetak.

Sumber

Diperiksa 31 Oktober 2026: Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan dan Hukumonline, “Label Halal Ganti Logo, Ini Bentuk Barunya!”. Foto sampul: Grupo Seripafer di Unsplash.