Kategori
Marketing

Cara Membuat Landing Page: 6 Langkah untuk Pemilik Usaha Kecil

Panduan cara membuat landing page untuk usaha kecil: tentukan satu tujuan, susun struktur halaman, pilih alat, uji di HP, dan pakai checklist sebelum iklan dinyalakan.

Landing page yang baik hanya punya satu tugas: membuat pengunjung melakukan satu tindakan, misalnya chat WhatsApp, mengisi formulir, atau membeli. Banyak halaman gagal bukan karena desainnya jelek, melainkan karena mencoba melakukan lima hal sekaligus. Panduan ini membahas cara membuat landing page dari nol, dengan urutan kerja yang bisa diikuti pemilik usaha kecil tanpa latar belakang desain.

Informasi alat dan aturan Google di artikel ini dicek langsung dari halaman resminya pada 15 Oktober 2026. Fitur dan batasan paket gratis bisa berubah, jadi cek ulang sebelum memutuskan.

Apa itu landing page, dan apa bedanya dengan website biasa?

Google Ads mendefinisikan landing page sebagai halaman web tempat orang berakhir setelah mengklik iklan. Dalam praktik, istilah ini juga dipakai untuk halaman yang dibuat khusus untuk satu penawaran, apa pun sumber trafiknya: iklan, postingan media sosial, atau tautan di bio Instagram.

Perbedaannya dengan beranda website ada di fokus. Beranda melayani banyak tamu dengan banyak kebutuhan, jadi menunya panjang. Landing page melayani satu tamu dengan satu kebutuhan, jadi menunya biasanya dihilangkan agar pengunjung tidak tersasar ke halaman lain sebelum sempat menekan tombol.

Langkah 1: tentukan satu tujuan halaman

Sebelum membuka alat apa pun, tulis satu kalimat: “Setelah membaca halaman ini, pengunjung harus … “. Isi titik-titiknya dengan satu tindakan saja. Contoh: menghubungi lewat WhatsApp untuk minta penawaran, mendaftar kelas percobaan, atau memesan paket tertentu.

Jika kalimat Anda memuat kata “dan” (daftar newsletter dan beli produk dan follow Instagram), pecah menjadi beberapa halaman. Tujuan yang jelas juga memudahkan pengukuran: Anda tahu persis angka mana yang harus dilihat nanti.

Tentukan juga siapa yang datang dan dari mana. Orang yang mengklik iklan “sepatu kulit pria Bandung” mengharapkan melihat sepatu kulit pria, bukan beranda toko yang menjual semuanya. Panduan Google Ads soal Quality Score menyebut hal serupa: sampaikan isi yang memang dicari pengguna, dan jaga agar penawaran serta ajakan bertindak di iklan konsisten dengan halamannya.

Langkah 2: susun struktur halaman dari atas ke bawah

Struktur berikut cukup untuk sebagian besar usaha kecil. Urutannya mengikuti pertanyaan yang muncul di kepala pengunjung.

  1. Judul dan subjudul. Jawab “ini tentang apa dan untuk siapa” dalam dua detik. Judul yang menyebut hasil untuk pembaca lebih kuat daripada nama perusahaan.
  2. Tombol utama di layar pertama. Jangan menunggu pengunjung menggulir. Teks tombol sebaiknya menyebut tindakannya, misalnya “Chat untuk minta penawaran”, bukan “Klik di sini”.
  3. Masalah dan solusi. Dua atau tiga kalimat tentang kesulitan yang dialami pembaca, lalu bagaimana penawaran Anda menyelesaikannya.
  4. Isi penawaran. Apa yang didapat, berapa lama, dan apa yang tidak termasuk. Poin singkat lebih mudah dipindai daripada paragraf panjang.
  5. Bukti. Testimoni asli, foto hasil kerja, logo klien yang sudah memberi izin, atau jumlah pelanggan yang bisa Anda buktikan. Jangan memasang angka yang tidak punya dasar.
  6. Pertanyaan yang sering muncul. Harga, durasi, garansi, cara pembayaran. Setiap keraguan yang tidak dijawab di halaman akan menjadi alasan orang menutup tab.
  7. Tombol yang sama, diulang di bawah. Tindakannya tetap satu. Yang diulang hanya kesempatan untuk menekannya.

Soal navigasi, Google menyebut kemudahan navigasi dan jumlah tautan di halaman sebagai bagian dari penilaian pengalaman landing page pada iklan. Karena itu, buang tautan yang tidak mendukung tujuan: menu lengkap, ikon media sosial yang berjejer, atau tautan ke artikel blog di tengah halaman.

Langkah 3: tulis teks yang spesifik

Kalimat umum seperti “solusi terbaik untuk bisnis Anda” bisa ditempel di halaman siapa saja, jadi tidak membedakan Anda dari pesaing. Ganti dengan detail yang hanya berlaku untuk penawaran Anda: “Pesan pagi, foto produk jadi lusa”, “Cetak mulai 50 lembar”, “Kelas Sabtu pukul 10.00 di Bandung”. Jika Anda tidak bisa menulis detail seperti itu, kemungkinan penawarannya belum cukup jelas, dan itu perlu dibereskan sebelum halaman dibuat.

Tulis seperti bicara dengan satu calon pelanggan, bukan seperti brosur. Pakai kata yang dipakai pelanggan Anda sendiri. Kalau mereka bilang “foto produk buat Tokopedia”, pakai frasa itu, jangan “visual komersial e-commerce”.

Langkah 4: pilih alat untuk membuatnya

Ada tiga jalur yang masuk akal. Pilihannya tergantung anggaran, waktu, dan seberapa sering halaman akan diubah.

Pembuat halaman gratis

Google Sites bisa dipakai dengan akun Google dan mendukung domain sendiri. Menurut halaman bantuan Google, Anda bisa menyambungkan hingga lima domain ke satu situs, hanya pemilik situs yang bisa menyambungkannya, situs harus dibagikan secara publik, dan perubahan bisa memakan waktu sampai 48 jam untuk muncul. Beberapa fitur yang bergantung pada login akun Google mungkin tidak berjalan di situs publik.

Canva juga punya fitur Website. Situs bisa diterbitkan ke alamat gratis berakhiran .canva.site, atau ke domain sendiri yang disambungkan lewat pengaturan DNS. Di paket gratis, situs memuat tulisan “Designed with Canva” di bagian bawah yang baru bisa dihilangkan dengan Canva Pro. Cocok untuk uji coba cepat atau penawaran sementara, kurang ideal bila Anda ingin tampil sepenuhnya dengan merek sendiri.

WordPress di domain sendiri

Jika Anda sudah punya website WordPress, landing page bisa dibuat sebagai halaman terpisah tanpa header dan menu. Keuntungannya, halaman berada di domain yang sama dengan website utama, dan pelacakan serta pengaturan SEO tinggal diteruskan. Kekurangannya, Anda perlu terbiasa dengan editor blok atau page builder.

Minta dibuatkan

Masuk akal bila iklan akan berjalan dengan anggaran yang berarti, atau Anda tidak punya waktu mengurus tata letak dan kecepatan halaman. Ini bukan pilihan wajib. Banyak usaha kecil memulai dengan alat gratis, melihat apakah penawarannya laku, baru berinvestasi pada halaman yang lebih matang. Senius menyediakan jasa pembuatan landing page bagi yang ingin langsung dikerjakan tim, dan ada pula penjelasan tentang landing page untuk mengumpulkan leads dan penjualan.

Langkah 5: uji di HP dan cek kecepatannya

Google Ads menyarankan agar situs ramah seluler dan cepat dimuat, jadi uji halaman di ponsel lebih dulu, bukan di laptop. Buka halaman di HP dengan sinyal biasa, bukan Wi-Fi kantor, lalu periksa tiga hal: apakah tombol utama terlihat tanpa menggulir, apakah teks terbaca tanpa memperbesar layar, dan apakah formulir mudah diisi dengan satu jempol.

Untuk kecepatan, Google merekomendasikan tiga ambang Core Web Vitals yang diukur pada persentil ke-75 pemuatan halaman: Largest Contentful Paint (waktu isi utama tampil) 2,5 detik atau kurang, Interaction to Next Paint (respons terhadap sentuhan) 200 milidetik atau kurang, dan Cumulative Layout Shift (loncatan tata letak) 0,1 atau kurang. Anda bisa melihat angkanya di PageSpeed Insights tanpa biaya. Gambar berukuran besar sering membuat halaman lambat, jadi kecilkan foto sebelum diunggah.

Langkah 6: pasang pengukuran dengan satu angka

Pilih satu angka yang menjawab “apakah halaman ini berhasil”: jumlah klik tombol WhatsApp, jumlah formulir terkirim, atau jumlah pesanan. Angka itu dibagi jumlah pengunjung adalah tingkat konversi halaman Anda. Catat angkanya sejak hari pertama, lalu ubah satu hal pada satu waktu (judul, tombol, atau gambar utama) supaya Anda tahu perubahan mana yang berpengaruh.

Google Ads sendiri menegaskan bahwa tingkat konversi bukan komponen yang menentukan status pengalaman landing page. Gunakan ia untuk menilai hasil bisnis Anda, bukan untuk mengejar skor iklan.

Checklist sebelum iklan dinyalakan

  • Satu tujuan, satu tombol utama, dan tombol itu terlihat di layar pertama ponsel.
  • Judul halaman sesuai dengan kata kunci atau isi iklan yang mengarah ke sana.
  • Penawaran, harga, dan syarat di halaman sama persis dengan yang dijanjikan di iklan.
  • Tombol WhatsApp atau formulir sudah dicoba sendiri sampai pesan benar-benar masuk.
  • Halaman dibuka di minimal dua ponsel berbeda, dan nilai kecepatannya sudah dicek di PageSpeed Insights.
  • Ada cara mengukur hasil: pelacakan klik tombol atau formulir sudah aktif.
  • Tidak ada tautan keluar yang tidak perlu, dan informasi kontak serta nama usaha terlihat jelas.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Pertama, mengarahkan iklan ke beranda. Orang harus mencari sendiri penawaran yang tadi dijanjikan iklan, dan banyak yang memilih menutup halaman. Kedua, tombol yang tersembunyi di bagian paling bawah. Ketiga, halaman yang dibuat sekali lalu tidak pernah dibuka lagi. Landing page layak dilihat ulang tiap beberapa minggu: apakah angkanya bergerak, apakah teksnya masih sesuai penawaran terbaru, dan apakah semua tautan masih berfungsi.

Bila landing page hanya satu bagian dari kebutuhan Anda dan yang dicari adalah website lengkap untuk bisnis, lihat juga jasa pembuatan website profesional dari Senius.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama membuat landing page?

Untuk halaman sederhana dengan alat gratis, sebagian orang menyelesaikannya dalam beberapa jam, dengan syarat teks dan fotonya sudah siap. Waktu paling lama biasanya terpakai untuk menulis penawaran dan mengumpulkan bukti, bukan untuk menyusun tata letak.

Apakah landing page harus punya domain sendiri?

Tidak harus untuk uji coba. Alamat gratis dari penyedia alat sudah cukup untuk melihat apakah penawaran Anda diminati. Untuk iklan berbayar jangka panjang, domain sendiri lebih meyakinkan, dan kebijakan Google Ads mensyaratkan halaman tujuan berbagi domain yang sama dengan URL tampilan iklan.

Perlu berapa tombol ajakan di satu halaman?

Satu jenis tindakan, boleh muncul beberapa kali. Misalnya tombol WhatsApp yang sama di bagian atas, tengah, dan bawah. Jangan menyandingkan tindakan yang bersaing, seperti “beli sekarang” dan “daftar newsletter” dalam satu layar.

Kapan sebaiknya memakai jasa pembuat landing page?

Saat anggaran iklan sudah berjalan dan setiap hari halaman yang lambat atau membingungkan menghabiskan uang, atau saat Anda ingin tampilan dan teks dirapikan oleh tim yang terbiasa menyusunnya. Untuk penawaran yang baru dicoba, mulailah dari yang gratis.

Perlu bantuan menyusun landing page?

Ceritakan penawaran dan target Anda lewat WhatsApp. Tim Senius bisa membantu menyusun struktur dan membuatkan halamannya. Komponen biayanya kami jelaskan lebih dulu sebelum Anda memutuskan.

Sumber yang dicek 15 Oktober 2026: Google Ads Help: Landing page, Google Ads Help: Quality Score, web.dev: Core Web Vitals, Google Sites Help: domain sendiri, Canva Help: menerbitkan website.

Exit mobile version