Kategori
Iklan online

Cara Menghitung Conversion Rate: Rumus, Contoh, dan Cara Membacanya

Cara menghitung conversion rate dengan rumus pesanan dibagi kunjungan, contoh hitungan per sumber trafik, batas impas untuk iklan, dan cara membaca angkanya dengan benar.

Toko Anda dikunjungi 2.400 orang bulan lalu dan 48 di antaranya membeli. Apakah itu bagus? Jawabannya tergantung satu angka yang sering disebut tapi jarang dihitung dengan rapi: conversion rate. Di bawah ini cara menghitung conversion rate, memilih pembaginya, dan membaca hasilnya supaya keputusan Anda tidak meleset.

Rujukan definisi diperiksa pada 3 November 2026 di halaman bantuan Google Ads dan Google Analytics. Angka dalam contoh hanya hitungan ilustrasi, bukan hasil klien.

Rumus conversion rate

Conversion rate adalah persentase orang yang melakukan tindakan yang Anda inginkan dari seluruh orang yang bisa melakukannya. Rumusnya:

Conversion rate = jumlah konversi ÷ jumlah kunjungan (atau interaksi) × 100%

Google Ads menulisnya dengan cara serupa: jumlah konversi dibagi jumlah interaksi iklan yang bisa dilacak sampai ke konversi, dalam periode yang sama. Contoh di halaman bantuannya: 50 konversi dari 1.000 interaksi berarti 5%, karena 50 ÷ 1.000 = 0,05.

Untuk toko tadi: 48 ÷ 2.400 = 0,02, jadi conversion rate 2%. Angka itu belum berarti bagus atau jelek. Ia baru menjadi berguna setelah Anda tahu apa yang dihitung sebagai “konversi” dan dibandingkan dengan apa.

Tentukan dulu apa yang disebut konversi

Konversi tidak selalu berarti pembelian. Pilih satu tindakan yang paling dekat dengan uang di usaha Anda, lalu hitung itu secara konsisten. Beberapa pilihan umum:

  • Toko online: pesanan selesai di halaman checkout.
  • Bisnis jasa: pengunjung menekan tombol WhatsApp atau mengisi formulir penawaran.
  • Konten dan newsletter: pendaftaran email.

Google Analytics 4 menyebut tindakan penting ini sebagai key event, yaitu event yang mengukur tindakan yang sangat menentukan keberhasilan bisnis. Jangan menandai semua klik sebagai key event. Kalau setiap gulir halaman dihitung, conversion rate Anda akan tinggi tapi tidak mengatakan apa-apa tentang penjualan.

Pilih pembaginya: kunjungan, pengunjung, atau klik iklan

Tiga angka di bawah sering tertukar, padahal hasilnya berbeda.

Dibagi denganCocok untukCatatan
Sesi (kunjungan)Laporan situs di Google AnalyticsSatu orang yang datang tiga kali dihitung tiga sesi.
Pengguna (orang unik)Bisnis dengan keputusan beli yang panjangLebih rendah dari rate per sesi bila orang kembali berkali-kali.
Interaksi iklan (klik)Laporan di Google Ads atau Meta AdsHanya menghitung orang yang datang lewat iklan itu.

Pilih satu pembagi dan pakai terus. Membandingkan rate per sesi bulan ini dengan rate per pengguna bulan lalu akan menghasilkan kesimpulan yang keliru. Di Google Analytics, metrik rate per sesi tersedia dengan nama Session key event rate. Cek definisi persisnya di pusat bantuan Analytics sebelum memakainya di laporan.

Contoh hitungan: satu angka yang menyembunyikan tiga cerita

Kembali ke toko tadi. Jika datanya dipecah per sumber trafik, hasilnya begini (angka ilustrasi):

SumberKunjunganPesananConversion rate
Instagram1.200121%
Pencarian Google (organik)800283,5%
Iklan berbayar40082%
Total2.400482%

Rata-rata 2% terlihat wajar. Setelah dipecah, kelihatan bahwa pengunjung dari pencarian Google membeli 3,5 kali lebih sering daripada pengunjung dari Instagram. Instagram membawa paling banyak orang tapi paling sedikit pembeli. Keputusan yang berbeda muncul dari sini: mungkin konten Instagram perlu mengarah ke produk yang lebih spesifik, atau artikel yang menjaring pencarian perlu ditambah.

Di Google Analytics 4, pemecahan seperti ini ada di laporan akuisisi lalu lintas. Untuk memastikan data kunjungan organik Anda benar, baca panduan memakai Google Search Console.

Conversion rate bisa lebih dari 100%

Ini terdengar mustahil tapi terjadi di Google Ads. Menurut halaman bantuannya, bila Anda melacak lebih dari satu tindakan konversi, atau memilih menghitung “Setiap” konversi, conversion rate bisa melewati 100% karena satu interaksi dapat menghasilkan lebih dari satu konversi. Jadi bila Anda melihat angka seperti 130% di laporan iklan, periksa dulu pengaturan hitungannya sebelum merayakan.

Berapa conversion rate yang cukup untuk iklan

Pertanyaan “conversion rate yang bagus itu berapa” tidak punya jawaban tunggal, karena harga produk, margin, dan sumber trafik berbeda di tiap usaha. Cara yang lebih berguna adalah menghitung batas impas Anda sendiri:

Conversion rate impas = biaya per klik ÷ laba kotor per pesanan

Misalnya (angka ilustrasi) biaya per klik Rp1.500 dan laba kotor per pesanan (setelah HPP dan biaya marketplace) Rp30.000. Batas impasnya 1.500 ÷ 30.000 = 5%. Jika landing page Anda hanya mengonversi 2%, setiap pesanan menelan biaya iklan Rp75.000 (1.500 ÷ 0,02), lebih besar dari laba Rp30.000. Ada dua jalan keluar: menaikkan conversion rate ke atas 5%, atau menurunkan biaya per klik. Hitungan terkait ada di panduan menghitung ROAS iklan dan cara menghitung harga jual produk.

Conversion rate untuk bisnis yang closing lewat WhatsApp

Untuk usaha jasa, penjualan sering terjadi di luar situs: pengunjung menekan tombol WhatsApp, lalu closing di percakapan. Di sini ada dua rate yang perlu dipisahkan. Pertama, rate klik tombol WhatsApp dari seluruh kunjungan. Kedua, rate closing dari percakapan yang masuk. Contoh ilustrasi: 40 percakapan masuk dan 6 jadi klien berarti closing 15% (6 ÷ 40). Jika hanya rate pertama yang dilacak, Anda tidak tahu apakah masalahnya di halaman atau di cara menjawab chat.

Pisahkan keduanya di catatan sederhana: jumlah klik tombol, jumlah percakapan yang benar-benar masuk, dan jumlah closing per bulan.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Periode tidak sama. Konversi bulan ini dibagi kunjungan bulan lalu. Rumus tetap butuh periode yang sama di pembilang dan penyebut.
  • Sampel terlalu kecil. Dua pesanan dari 20 kunjungan menghasilkan 10%, tapi seminggu lagi angkanya bisa 0%. Tunggu beberapa puluh konversi sebelum menarik kesimpulan.
  • Trafik bot ikut terhitung. Lonjakan kunjungan tanpa pesanan menurunkan rate padahal toko Anda baik-baik saja. Lihat sumber trafiknya sebelum mengubah halaman.
  • Satu halaman diubah banyak hal sekaligus. Judul, foto, dan harga diganti dalam seminggu, lalu Anda tidak tahu mana yang berpengaruh. Ubah satu hal, catat tanggalnya, bandingkan.
  • Hanya mengejar rate. Conversion rate naik karena Anda mematikan iklan yang menjaring pengunjung baru. Pesanan total turun. Selalu lihat jumlah pesanan berdampingan dengan persentasenya.

Cara menaikkan conversion rate dengan urutan yang masuk akal

Mulai dari yang murah dan mudah dibalik. Pertama, pastikan tombol beli atau WhatsApp terlihat tanpa menggulir di layar HP. Kedua, samakan janji di iklan dengan isi halaman tujuan: iklan sepatu lari yang mendarat di beranda toko umum biasanya kehilangan pengunjung. Ketiga, kurangi isian formulir ke yang benar-benar diperlukan. Keempat, tampilkan ongkos kirim atau harga sedini mungkin, karena kejutan biaya di akhir checkout membuat orang pergi. Langkah penyusunan halaman tujuan ada di panduan membuat landing page.

Bila angka klik iklan Anda sendiri masih rendah, perbaiki dulu bagian atas funnel dengan membaca cara menghitung CTR dan membacanya. Conversion rate yang bagus tidak menolong kalau hanya sedikit orang yang sampai ke halaman.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa conversion rate yang dianggap bagus?

Tidak ada angka universal. Bandingkan dengan batas impas Anda sendiri dan dengan hasil Anda bulan-bulan sebelumnya pada sumber trafik yang sama.

Apa bedanya conversion rate dan CTR?

CTR mengukur berapa banyak orang yang mengklik setelah melihat iklan atau hasil pencarian. Conversion rate mengukur berapa banyak orang yang bertindak setelah tiba di halaman Anda. Satu di sebelum klik, satu di sesudahnya.

Perlu berapa kunjungan sebelum conversion rate bisa dipercaya?

Tidak ada batas pasti, tapi semakin sedikit konversinya, semakin goyah angkanya. Jika hanya terjadi satu atau dua konversi dalam periode itu, gabungkan beberapa minggu dulu.

Apakah conversion rate sama dengan closing rate?

Tidak selalu. Conversion rate bisa dihitung pada tindakan apa pun, misalnya klik WhatsApp. Closing rate biasanya mengukur percakapan yang berakhir dengan pembelian.

Butuh bantuan membaca angka iklan dan halaman Anda?

Kalau angka Anda sudah terkumpul tapi sulit ditafsirkan, tim Senius bisa membantu memeriksa pengaturan pelacakan, iklan, dan halaman tujuan. Lihat layanan jasa iklan online Senius atau hubungi kami lewat WhatsApp.

Ditulis oleh tim Senius.

Exit mobile version